Di Banjar Lantang Idung, Desa Sukawati, Gianyar, ada sebuah warung yang terkenal di kalangan warga sekitar. Warung ini dijalankan seorang wanita paruh baya bernama Men Rawi. Sudah lima tahun ia menjalankan bisnis kuliner ini seorang diri.
Wanita ini terlihat sangat bersemangat dan enerjik untuk ukuran wanita seusianya. Tak heran, ini membuat pengunjung warungnya betah dan ingin kembali lagi untuk merasakan sajian nikmat tersebut.
Warung yang terletak jauh dari keramaian ini menyajikan berbagai makanan dengan basis daging babi. Ada daging goring kering, daging basah, dan sayur nagka. Namun ada satu kuliner yang menjadi ciri khas warung ini, yaitu lawar plek.
Dinamakan lawar plek karena menurut pelanggannya, lawar Men Rawi sangatlah legit. Bahkan bila dilempar ke tembok pasti akan nemplek (menempel). Hal ini diutarakan Ketut Wisnu, seorang pelanggan tetap lawar plek yang sedang singgah di warung tersebut, seperti dilansir balipost.com.
Kebanyakan pelanggan warung yang buka dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore ini adalah warga setempat dan supir angutan umum yang kebetulan melintas di daerah tersebut. (blp/fal)













