BALITODAY.NET - Setelah penantian 28 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali kini telah diresmikan. Tidak hanya keindahan di luarnya saja ternyata terdapat hal menarik di dalamnya.

Pasalnya, setelah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia dan dibuka secara resmi, pengunjung dapat menikmati galeri yang ada di dalam patung GWK setinggi 23 lantai. Untuk menuju ke lokasi patung tersebut, pengunjung bisa trekking atau menggunakan loop atau kendaraan bus wisata yang telah disediakan.

Memasuki patung GWK, pengunjung disambut dua patung khas Bali di sisi kanan dan kiri. Di area ground floor ini pengunjung bisa menyaksikan foto-foto perjalanan pembangunan patung GWK, dimulai dari saat ground breaking di era Presiden Soeharto hingga rencana pengembangan patung GWK di masa depan.

Ruang ragam galeri dari 34 provinsi yang akan mengisi lantai pertama dari Patung GWK
Ruang ragam galeri dari 34 provinsi yang akan mengisi lantai pertama dari Patung GWK @ Nova

Baca Juga: Kenapa Orang Bali Bernama Made, Wayan, Ketut? Ini Alasannya

Untuk mengakses ke lantai 23, pengunjung harus naik lift dan transit di lantai 9. Nah, di lantai 9, pengunjung juga bakal disuguhi foto-foto perancang patung GWK Nyoman Nuarta dan juga detail-detail patung GWK. Untuk diketahui memasuki area ini pengunjung hanya bisa dibatasi maksimal 30 orang saja, karena ruangannya cukup sempit.

Di ujung lorong depan lift untuk menuju ke lantai 23, ada pula TV kecil yang memutar video animasi tentang Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Menuju lantai 23, dari dalam lift terlihat rangka-rangka baja yang menopang badan patung GWK dan juga lempengan tembaga yang melapisi patung GWK.

View this post on Instagram

. GWK viewing gallery . AIC: @poncocipto . . #gwkculturalpark #gwkbaliindonesia #gwkproject #viewinggallerygwk #arkitekton5 #arkitekton5project #nyomannuarta #nuArt

A post shared by Arkitekton Lima (@arkitekton_5) on

Begitu tiba di lantai 23, foto detail pembuatan patung GWK kembali menghiasi dinding galeri. Salah satu yang menarik adalah foto ornamen mozaik berwarna emas yang menjadi kalung dan mahkota di leher patung GWK.

Baca Juga: The Jakmania Tewas, Pentolan Bonek: Bekukan Saja Sepakbola di Sini!

Puas berkeliling dan mendengarkan perjalanan patung GWK, pengunjung bisa mengabadikan momen berkunjung ke galeri pandang itu sebelum pulang atau melanjutkan perjalanan. Foto di booth ini menjadi spesial karena latarnya rangka-rangka baja yang menjadi penopang patung GWK. Hasil foto ini akan langsung dikirimkan melalui email.

Tapi mohon bersabar karena untuk sementara galeri maupun gardu pandang di patung GWK ini masih ditutup untuk umum. Pihak pengelola masih akan melengkapi fitur-fitur yang ada demi kenyamanan pengunjung. Bagaimana, makin penasaran kan tur ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park?


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa